Rasul Tersayang “Kesederhanaan”

TIKAR NABI

Untuk sebuah keperluan. Ibnu Mas’ud mendatangi Rasulullah Saw di rumah petak Beliau yang sederhana. Kebetulan saat itu Rasulullah baru saja bangun dari tidur dengan beralas tikar. Ibnu Mas’ud melihat berkas tikar masih membekas di perut Rasulullah.
Maka sambil menahan sedih. Ibnu Mas’ud berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana kalau kami membuatkan kasur yang bisa tuan hamparkan di atas tikar? Kasur itu dapat membuat perut Tuan berbekas dari bekas tikar yang kasar ini. ”
Rasulullah tersenyum dan menjawab, “Apalah artinya aku dan dunia ini? Aku dan dunia tak ubahnya seperti seorang pengelana yang berteduh dibawah sebatang pohon. Kemudian sang Pengelana pergi meninggalkan pohon itu.”
Rasulullah Saw tak keberatan tidur di atas tikar kasar walau kalau beliau mau, tentu saja Beliau bisa tidur di atas kasur seperti orang lain. Disadur dari buku Rasul Tersayang karya kak EKA WARDHANA seri kesederhanaan.

20150202_092553

Customer Service
HP : 081 220000 124
Tlp : 022-5221045
http://www.rumahpensil.com
http://www.rumpenekawardhana.wordpress.com
mau update berita terbaru yuk follow
twitter: @rumpenpublisher
Fb : https://www.facebook.com/rumahpensil.ekawardhana

Open Your Book Open Your Mind
artikel, buku muslim, cerita, eka wardhana, rumah, rumah pensil publisher

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s