Seri Mengenal Al-Quran & Al-Hadis”Serba-Serbi Al-Quran”

BAGAIMANA AGAR KITA BISA AKRAB DENGAN AL-QURAN?

Ananda tersayang, agar kita bisa lebih akrab dengan Al-Quran, kita harus melakukan :

1. Tilaawatan (Membacanya)

Membaca Al-Quran adalah langkah pertama untuk akrab dengan Al-Quran.

2. Fahman (Memahami dan Mentadabburi Al-Quran)

Bila tidak memahami isinya, kita tentu tidak bisa mendekat dan akrab dengan Al-Quran.

3. Tatbiiqah (Melaksanakannya)

Melaksanakan Al-Quran adalah bukti kuat keakraban kita terhadap Al-Quran.

4. Hafiizan (Menghapal dan Memelihara Al-Quran)

Menghapal dan memelihara Al-Quran adalah ikatan akrab yang tidak bisa diputuskan antara kita dan Al-Quran.

Disadur dari buku Seri Mengenal Al-Quran & Al-Hadis karya kak EKA WARDHANA seri Serba-Serbi Al-Quran.

Seri Mengenal Al;Quran dan Al-Hadis

Judul Buku “Seri Mengenal Al Qur’an dan Al Hadis”

  • 1 set @ 2 Jilid.
  • Jilid 1 ; Serba-serbi Al Qur’an, isi buku tentang Mukjizat Al Qur’an, Serba-serbi Al Qur’an, Kisah dalam Al Qur’an, dan Sejarah Al Qur’an.
  • Jilid 2 : serba-serbi Al hadis, isi buku tentang Yuk, Laksanakan Hadis, Serba-serbi Hadis, Kisah dalam Hadis dan sejarah Hadis.
  • Semua Jilid dilengkapi dengan Kuis dan Komik.

Customer Service
HP : 081 220000 124

Tlp : 022-5221045

http://www.rumahpensil.com
http://www.rumpenekawardhana.wordpress.com
mau update berita terbaru yuk follow
twitter: @rumpenpublisher
Fb : https://www.facebook.com/rumahpensil.ekawardhana

Open Your Book Open Your Mind

artikel, buku muslim, cerita, eka wardhana, rumah, rumah pensil publisher

Rasul Tersayang “Kesederhanaan”

TIKAR NABI

Untuk sebuah keperluan. Ibnu Mas’ud mendatangi Rasulullah Saw di rumah petak Beliau yang sederhana. Kebetulan saat itu Rasulullah baru saja bangun dari tidur dengan beralas tikar. Ibnu Mas’ud melihat berkas tikar masih membekas di perut Rasulullah.
Maka sambil menahan sedih. Ibnu Mas’ud berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana kalau kami membuatkan kasur yang bisa tuan hamparkan di atas tikar? Kasur itu dapat membuat perut Tuan berbekas dari bekas tikar yang kasar ini. ”
Rasulullah tersenyum dan menjawab, “Apalah artinya aku dan dunia ini? Aku dan dunia tak ubahnya seperti seorang pengelana yang berteduh dibawah sebatang pohon. Kemudian sang Pengelana pergi meninggalkan pohon itu.”
Rasulullah Saw tak keberatan tidur di atas tikar kasar walau kalau beliau mau, tentu saja Beliau bisa tidur di atas kasur seperti orang lain. Disadur dari buku Rasul Tersayang karya kak EKA WARDHANA seri kesederhanaan.

20150202_092553

Customer Service
HP : 081 220000 124
Tlp : 022-5221045
http://www.rumahpensil.com
http://www.rumpenekawardhana.wordpress.com
mau update berita terbaru yuk follow
twitter: @rumpenpublisher
Fb : https://www.facebook.com/rumahpensil.ekawardhana

Open Your Book Open Your Mind
artikel, buku muslim, cerita, eka wardhana, rumah, rumah pensil publisher