AYAH DAN BUNDA, KOMPAK DOOONG…

images

Ayah dan Bunda, penelitian DR Sylvia Rimm menunjukkan, salah satu faktor menentukan dalam membentuk anak yang berprestasi adalah kekompakan orangtua. Dengan kata lain, Ayah dan Bunda, anak-anak di rumah
akan tenang hatinya dan bisa lebih fokus menggali potensi mereka bila Ayah dan Bundanya lebih sering bertindak seiya-sekata. Tanpa sadar, banyak dari kita yang tidak menerapkannya. Contoh: Ibu bilang anak harus tidur tepat pukul 9 malam, tapi di waktu yang sama, Ayah malah mengajak anak menonton sepak bola pukul 11 malam. Kelihatannya memang hal kecil sih, tapi bila sering terjadi akan membuat perbedaan pendapat ini melebar dan membesar. Kita semua pasti paham: membuat jembatan di atas sebuah parit lebih mudah dari membangun jembatan yang harus melompati jurang besar.
Menurut saya, anak biasa-biasa saja dengan orangtua yang kompak dan hangat, lebih beruntung dari anak jenius yang lahir dengan orangtua yang ketus dan selalu bertengkar. Penting sekali bagi anak untuk merasa bahwa rumah adalah tempat ternyaman baginya di dunia ini, sama pentingnya bagi anak untuk tahu bahwa orangtuanya benar-benar merupakan tim yang kompak. Zig Ziglar pun berpendapat sama, katanya, “Banyak pernikahan akan menjadi lebih baik jika suami dan istri benar-benar mengerti bahwa mereka berada di pihak yang sama.”
Ayah dan Bunda, kisah kecil dari Harriet Morgan berikut ini mungkin bisa memberi inspirasi besar:
Seorang istri berkata pada suaminya, “Aku mencintaimu.”
Sang Suami membalas, “Aku pun mencintaimu.”
Sang Istri menuntut dengan rasa ingin dipuaskan, “Buktikan, jeritkan itu pada seluruh dunia.”
Namun suaminya malah mendekatkan wajahnya dan berbisik, “Aku mencintaimu.”
“Mengapa?” tanya istrinya tak mengerti. “Mengapa kamu bisikkan itu, bukannya meneriakkannya keras-keras pada dunia?”
Suaminya menjawab singkat, “Sebab engkaulah seluruh duniaku…”
Sebagai pondasi, suami dan istri akan menentukan seberapa kuat, seberapa besar dan seberapa tinggi sebuah rumah dapat dibangun. Tugas besar itu sering ditentukan oleh hal-hal sederhana. Ayah dan Bunda, menurut Anda, manakah bagian dari pakaian seorang istri yang paling mampu mendekatkan hubungan? Jawabannya pasti tergantung hasrat dan pengalaman masing-masing, tapi menurut James H. Boren, bagian pakaian itu adalah ritsleting bagian belakang. Menurutnya bagian itulah yang sering membuat seorang istri dan suami mendekatkan kembali jarak di antara mereka.
Seorang tokoh penggerak komunitas, Martin Luther, pun berpesan, “Jadilah istri yang membuat suaminya gembira saat tiba di rumah, dan jadilah suami yang membuat istri merasa kehilangan ketika melepas dirinya meninggalkan rumah.”
Novelis wanita sangat terkenal, Agatha Christie, punya pendapat lucu yang mengandung kebenaran, “Seorang wanita yang memiliki suami seperti arkeolog adalah istri yang sangat beruntung, sebab semakin tua dirinya, semakin tertarik sang suami padanya.”
Demi kegemilangan masa depan anak-anak kita, Ayah dan Bunda, silakan simak 10  jurus berikut yang Insya Allah dapat membuat pernikahan Anda lebih berbahagia:
1.       Jangan pernah marah dalam waktu yang sama dengan pasangan Anda.
2.       Jangan pernah saling berteriak, kecuali kalau rumah Anda sedang terbakar.
3.       Kalau salah satu dari Anda menang berargumen, biarkan kemenangan itu juga menjadi milik pasangan Anda.
4.       Bila Anda mengutarakan sebuah kritik, lakukan itu dengan cara yang penuh cinta.
5.       Jangan pernah mengungkit lagi kesalahan di masa lalu.
6.       Lebih baik Anda tolak seluruh dunia daripada menolak pasangan hidup Anda.
7.       Jangan pernah pergi tidur dengan argumen yang belum saling dicocokkan.
8.       Setidaknya, sekali dalam sehari, cobalah untuk mengatakan hal baik atau memuji pasangan hidup Anda.
9.       Jika Anda melakukan hal yang salah, akui hal itu dan mintalah maaf.
10.   Ingatlah, selalu setidaknya dibutuhkan 2 orang dalam membuat keributan, biasanya yang paling salah dalam keributan itu adalah orang yang paling banyak bicaranya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s