Belajar Mengajar

gambar adab belajar kartunAyah dan Bunda, kelihatannya ada satu jenis pendidikan yang sangat penting tapi sampai sekarang terlupakan: Pendidikan Bagaimana Menjadi Orangtua. Hampir semua orang menjadi orangtua dengan melalui satu jalan yang sama: masuk dulu ke air, baru belajar berenang. Meski begitu, Ayah dan Bunda, menurut saya cara tersebut tidaklah bisa dibilang salah. Sebab untuk bisa berenang kita memang harus tinggalkan teori dalam buku di tepi kolam dan masuk ke dalam air. Hanya satu kemungkinan untuk salah dengan cara belajar ini: ketika kita tidak bersemangat mengayuhkan tangan dan kaki, sebab kita lupa bahwa saat itu hidup kita sedang dipertaruhkan…
Kesimpulannya, Ayah dan Bunda, sebagai orangtua kita hanya menghadapi 2 pilihan ekstrim: hidup atau mati. Sebagaimana seorang pemula yang masuk ke sungai: bertahan dan sampai ke seberang, atau hanyut dibawa arus sebagai orang mati. Sebagai direktur, orang bisa salah mengambil langkah investasi besar, sebagai konsultan orang bisa salah memberikan arahan penting, tapi sebagai orangtua kita tidak boleh salah dalam mendidik.
Hmm… kelihatannya seram betul ya? Sebenarnya sih bukan seram atau tidak, tetapi serius atau tidak. Kenyataannya dalam belajar bagaimana-mengajar-anak, kita terbantu oleh hal-hal yang tidak terduga, yaitu fakta bahwa: kita bisa belajar dari anak-anak bagaimana caranya belajar…
Mengapa? Mengapa kita bisa belajar dari cara belajar anak-anak? Sebab cara belajar kita dengan anak-anak berbeda lho. Seperti yang dikatakan Thomas S. Szasz, “Setiap kali orang dewasa memulai sebuah proses belajar, seringkali ia merasa menderita karena harga dirinya tersinggung. Inilah sebabnya, mengapa anak-anak –yang belum memikirkan kepentingan-kepentingan pribadi- belajar begitu mudah…”
Jadi, Ayah dan Bunda: jangan terlalu jaim dooong…
Kenyataan lain bahwa belajar mengajar tidaklah seram (karena banyak diberi kemudahan), adalah seperti yang dinyanyikan Phil Collins dalam film animasi Tarzan: In learning you will teach, and in teaching you will learn…
Mumpung masih nyebut penyanyi beken, langsung saja kita kutip kata-kata Michael Jackson, “Dalam kepolosannya, anak-anak kecil tahu bahwa mereka adalah cahaya dan cinta. Jika kita mengizinkan, anak-anak kecil akan mengajarkan bagaimana cara kita memandang diri kita dengan cara yang sama.”
Saya pikir inilah bedanya belajar mengajar dengan belajar hal-hal lain. Bila dalam mempelajari hal-hal lain kita dituntut untuk lebih menggunakan otak, dalam belajar mengajar kita lebih dituntut untuk menggunakan hati. Kenyataan ini tercermin dari kata-kata Jim Henson si Pencipta The Muppet Show (ingat boneka Kermit, Miss Piggy, Gonzo dan lainnya kan?), “Anak-anak tidak ingat apa yang kita coba ajarkan buat mereka, yang anak-anak ingat adalah siapa kita.”
Dengan hati pula, kita akan menjadi guru yang sungguh-sungguh cocok buat anak-anak. Sebab guru yang terbaik, bukanlah yang paling pintar menggunakan otaknya, tetapi yang paling pandai menggunakan hatinya. Seperti yang dibilang William Arthur Ward, “Guru yang biasa-biasa akan memberi tahu. Guru yang bagus akan menjelaskan. Guru yang superior akan memperlihatkan. Namun guru yang agung akan memberi muridnya inspirasi.”
Nah, Ayah dan Bunda, karena mengajar anak lebih ke arah penggunaan hati, mengajar mereka seharusnya bisa dilakukan setiap orangtua, baik yang dulunya pintar secara akademis atau yang tidak. Sebab sejatinya, mengajar anak-anak itu bukan memberi tahu cara menambah, mengali atau membaca, tetapi lebih ke arah penanaman visi kehidupan yang jauh ke depan. Renungkan kata-kata Antoine de Saint-Exupéry, “Kalau kamu ingin membangun kapal, jangan suruh orang-orang mengumpulkan kayu dan memberi tahu bagaimana cara mereka bekerja, tetapi ajarkanlah mereka betapa luasnya lautan itu.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s