Sopan Santun

sopan santunAyah dan Bunda, kita harus sepakat bahwa sopan santun adalah harta berharga yang bisa diwariskan orangtua kepada anak. Kita juga harus sepakat bahwa predikat orangtua hanya layak disandang oleh orang yang bisa mewariskan ini kepada anak-anaknya. Apalagi Ayah dan Bunda, di alam bawah sadarnya, fitrah seorang anak memang akan lebih menghargai warisan ruhaniah seperti ini dibanding warisan dalam bentuk materi. Richard L. Evans membenarkan, “Anak-anak tidak akan mengingat Anda atas materi yang telah Anda berikan, tetapi mereka akan mengingat perasaan ceria yang Anda bawa untuk mereka.”
Ayah dan Bunda, kita hidup di zaman yang mendorong kita untuk menganggap bahwa uang adalah solusi nomor satu masalah-masalah hidup, termasuk masalah pendidikan anak-anak kita. Buktinya, kita cenderung akan merasa tenang bila telah berhasil memasukkan anak kita di sekolah elit berbiaya selangit, begitu tenangnya sampai kita tidak berpikir lagi untuk bertanya: Benarkah sekolah tempat anak saya akan menghabiskan bertahun-tahun pertama masa emasnya ini bisa mengajarkan sopan santun yang baik?
 Seberapa penting sih sopan santun bagi kesuksesan seseorang? Jawabannya diberikan oleh Margaret Walker, “Teman-teman dan sopan santun akan membawa Anda ke tempat yang tidak bisa dibayar dengan uang.”
Jawaban lebih tajam dan menyindir diberikan oleh Clarence Thomas, “Sopan santun dan kelakuan baik akan membuka pintu-pintu yang tidak bisa dibuka oleh institusi pendidikan terbaik sekalipun.”
Jadi jelas, Ayah dan Bunda, ternyata sopan santun adalah nilai unggul yang secara signifikan akan menentukan pencapaian kesuksesan seseorang. Sebagai orang-orang yang kini tengah membangun perusahaan sendiri, saya dan istri menemui kenyataan tak terbantahkan bahwa karyawan yang punya sopan santun lebih unggul dalam jangka panjang dari mereka yang hanya sekedar berkualifikasi “Pintar”. Kenyataan ini sesuai dengan pendapat Jonathan Swift, “Sopan santun adalah seni membuat orang-orang yang kita ajak bicara dapat merasa nyaman”. Semua pemilik bisnis tentu menginginkan karyawannya dapat membuat para konsumen merasa puas dan nyaman bukan?
Lalu, bagaimana cara mengajarkan sopan santun pada anak-anak kita? Jawabannya diungkap James Arthur Baldwin (1924-1987), seorang Penulis Essay dan Novelis Amerika, “Anak-anak biasanya sangat sulit mendengarkan nasihat orang-orang yang lebih tua, tetapi mereka tidak pernah gagal belajar meniru perilaku orang-orang dewasa”. Orangtua yang efektif akan memanfaatkan hal ini, sebab upaya kita mengajarkan sopan santun kepada anak akan sangat terbantu dengan kemampuan natural anak dalam menangkap dan meniru mimik kita sebagai orangtua mereka. Kesimpulannya? Lewat Keteladanan lah sopan santun dapat diajarkan dengan baik.
Nah, Ayah dan Bunda, tak usah ragu bahwa anak yang tahu sopan santun akan lebih berbahagia kelak hidupnya. Ayo, ajari anak sopan santun yang mulia.
Beberapa Cara Praktis Mengajarkan Sopan Santun Sehari-hari:
–          Biasakan anak meminta izin bila ingin meninggalkan rumah.
–          Biasakan anak mengucapkan kata “Permisi” kepada orang yang lebih tua.
–          Ajarkan adik menghormati kakak dan ajarkan kakak meyayangi adiknya.
–          Selalu ucapkan kata-kata santun dan perilaku yang baik dalam hubungan Ayah dan Ibu. Sebab anak-anak lebih banyak belajar dari yang ia lihat sehari-hari.
–          Ceriakan hati anak sehingga ia bisa lebih banyak tersenyum daripada cemberut dan murung.
–          Jangan mengeluarkan kata-kata tidak sopan bila memarahi anak karena suatu hal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s