Selamat Merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw

Ayah dan Bunda, saat tibanya Hari Peringatan Lahirnya Nabi Muhammad Saw adalah saat yang paling baik untuk mengenang lagi sosok Beliau Saw. Bukan hanya mengenang, kita dituntut untuk lebih mengenal, lebih memahami dan akhirnya lebih mencintai sosok yang harus kita cintai melebihi kecintaan kepada diri sendiri ini. Itu artinya di pundak kita terpikul kewajiban untuk mengenalkan Manusia Termulia ini kepada anak-anak kita. Seberapa pentingkah sebenarnya sosok Nabi Muhammad Saw dikenalkan pada anak-anak? Berikut ini saya cuplik 2 halaman pertama buku “Seri Mengenal 25 Nabi dan Rasul” yang rencananya akan diterbitkan Rumah Pensil Publisher tahun 2014 mendatang.
Buku ini dimulai dari pertanyaan seorang anak kepada orangtuanya…
“Ayah Bundaku, Mengapa Kita Harus Mengenal Nabi Muhammad Saw?”
Anakku tersayang, kita harus mengenal Rasulullah Saw karena kita tidak akan dapat melaksanakan Islam dengan sempurna tanpa mengenal Beliau. Kita tidak akan dapat menyayangi seseorang tanpa mengenalnya. Demikian juga dengan Rasulullah Muhammad Saw. Kita tidak akan dapat mencintai Beliau bila tidak mengenalnya. Padahal salah satu syarat agar dicintai Allah SWT adalah dengan mencintai Rasulullah. Bagaimana cara mencintai Rasul? Tentu bukan sekadar merayakan Maulid Nabi atau mengenakan sorban, tetapi yang amat penting adalah mengamalkan Sunnah Rasul dan meniru ahlaq utama Rasul seperti Sidiq, Tablig, Amanah dan Fathanah.
Tahukah kamu, putraku tersayang? Orang-orang Quraisy di Mekah zaman Rasulullah, tidak menentang keberadaan Allah SWT. Mereka telah lama mengenal Allah sebagai bekas dari ajaran Nabi Ibrahim as, Nabi Ismail as dan Nabi Adam as. Hanya saja mereka tidak menganggap Allah sebagai satu-satunya tuhan yang harus disembah. Namun orang-orang Quraisy itu tidak mau mengakui Nabi Muhammad sebagai seorang Rasul. Pengakuan orang-orang kafir bahwa Allah itu ada, menjadi tidak berarti bila mereka tidak mengakui Rasul. Mereka bahkan saling bertaruh untuk kebinasaan Rasulullah. Hal ini yang membuat Allah SWT murka pada mereka.
Para sahabat Nabi dahulu melihat, bertemu, bertanya dan hidup bersama Rasul. Sementara kita bahkan hanya dapat membayangkan bagaimana wajah Rasulullah Saw. Itulah sebabnya mengenal Rasul bagi kita benar-benar menjadi sebuah keperluan besar. Gergorius Theodorus, seorang Jenderal Romawi, bertanya pada Khalid bin Walid di Perang Yarmuk, “Bila saya masuk Islam, bagaimana mungkin kedudukan kita sama?”. “Sama,” jawab Khalid, “Sebab kami menyaksikan sendiri bagaimana Rasulullah Saw, sedangkan Anda beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tanpa pernah menyaksikan Beliau. Sungguh keimanan Anda lebih kuat daripada kami.” Jenderal Romawi itu masuk Islam dan mati syahid dalam pertempuran itu.
“”Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.”… (QS Ali Imran [3]: 31). Jelaslah merindukan Rasulullah sama artinya dengan merindukan ridha Allah SWT. Rasulullah seolah berkata sambil terisak-isak tentang kerinduan Beliau pada kita, “Merekalah umat Islam yang lahir dan hadir di bumi ini jauh setelah kepergianku. Mereka tak pernah mengenal siapa aku. Hanya lewat bibir-bibir ulamalah, mereka memahami perwujudanku sebagai rasul mereka. Tapi mereka dengan patuh dapat menanamkan cintanya terhadapku. Mereka bangun, tidur, makan, mandi, berpakaian, berbicara dan sebagainya dengan tak pernah mengabaikan cara-cara yang aku lakukan saat ini. Wahai, sahabat-sahabatku, betapa suci hati mereka. Betapa tinggi loyalitas mereka terhadap ikrar keislaman yang mereka ucapkan saat menyebut kalimat syahadat yang dua, yakni mencintai aku setelah mencintai Allah Yang menjadikan mereka dan semua alam ini. Inilah yang membuat aku rindu. Rindu yang parah sekali. Keterharuan membayangkan kepatuhan yang tanpa pamrih seperti itu…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s