Menghabiskan Waktu Berkualitas bersama Anak

images

Ayah dan Bunda, saya sempat tergagap ketika dalam sebuah seminar seorang Bapak bertanya, “Bagaimana cara menghabiskan waktu yang berkualitas bersama anak?”
Saat itu saya memberikan jawaban, “Hanya Bapak yang tahu bagaimana caranya, karena setiap anak dan setiap keluarga memiliki kebutuhan serta cara yang berbeda dalam menghabiskan waktu. Bila saat ini Bapak masih bingung, lakukan saja kegiatan (apa pun itu) bersama anak. Nanti waktu dan pengalaman yang akan memberi tahu bagaimana menjawab pertanyaan Bapak.”
Secara relatif jawaban itu bisa benar, kurang tepat atau bahkan salah. Itulah repotnya bila jadi seorang penjawab: mungkin hanya satu dari seribu jawaban yang benar. Sebaliknya, tak ada sebuah pertanyaan pun yang salah, sebab penanya memang harus bebas bertanya. Namun Ayah dan Bunda, seandainya pertanyaannya berbunyi, “Mengapa kita harus menghabiskan waktu berkualitas bersama anak?”, jawabannya tentu berbeda. Kali ini saya tidak akan menjawab langsung, saya hanya membeberkan beberapa fakta saja tentang Waktu Berkualitas. Silakan Ayah dan Bunda menemukan jawabannya sendiri.
Beberapa Fakta tentang Waktu Berkualitas:
–          ­Ayah dan Bunda, kesibukan bekerja biasanya jadi alasan yang menghalangi kita untuk menghabiskan waktu bersama anak. Kalau memang begitu, renungi saja apa yang dikatakan Sastrawan terkenal, Edgar Allan Poe, “Manusia sekarang hanya lebih aktif, tetapi tidak lebih bahagia atau lebih bijaksana dibanding mereka yang hidup 6.000 tahun yang lalu”. Kalau sibuknya pekerjaan kita karena untuk membahagiakan keluarga, mengapa kita sampai tidak punya waktu untuk dihabiskan bersama anak-anak tercinta?
–          Ketika anak menunjukkan buku yang baru dibeli dan meminta kita membacakan untuknya, kita sering berkata, “Aduh, maaf Sayang, Ayah/Bunda belum punya waktu”. Kalau begitu perhatikan saja apa yang dikatakan Lao Tzu, ribuan tahun yang lalu, “Kalau kita berkata, ‘Saya tidak punya waktu’, itu artinya sama dengan berkata, ‘Saya tidak ingin melakukannya’. Bisakah kita hargai rasa kecewa seorang anak yang keinginannya untuk mengetahui isi cerita buku barunya tidak dipenuhi orangtuanya sendiri? Kalau itu terjadi berkali-kali, rasa kecewa akan menumpulkan hati menjadi sikap tak lagi peduli pada buku. Berapa harga yang harus kita bayar untuk mengganti kerugian itu? Mungkin tak bisa dibayar walau dengan seluruh gaji seumur hidup kita.
–          Ayah dan Bunda, saat ini harus diakui bahwa Kebudayaan Barat sudah mulai mengubah kebudayaan kita sendiri. Salah satu ciri Budaya Barat modern adalah Profit-Oriented, dimana segala sesuatu diukur dari hasil secara materi. Semakin hari kita didorong untuk semakin keras mengejar hasil. Kalau sudah begitu, perhatikan apa yang dikatakan Ibu Teresa, “Di India saya melihat banyak orang menghabiskan setengah hari penuh duduk di bawah Pohon Banyan untuk saling berbicara dengan sesama. Orang Barat akan menyebutnya ‘Membuang-buang Waktu’. Sadarkah kita bahwa sebenarnya kegiatan itu memiliki nilainya sendiri: bersama seseorang, mendengarkannya tanpa mengenal waktu dan menghitung-hitung materi, ternyata mengajarkan kita tentang cinta. Suksesnya cinta adalah mencintai dan tak ada materi yang dapat membayar harga kecintaan orang pada orang lain”.
– Terkadang di hari libur pun kita masih menghabiskan waktu untuk berkomunitas sehobi yang sayangnya, banyak tidak melibatkan keluarga. Memiliki hobi dan komunitasnya tentu sangat positif, terutama dalam merefresh semangat, namun tolong jangan melupakan keluarga. Kita tidak tahu berapa banyak yang kita lewatkan saat waktu luang tidak kita gunakan bersama anak-anak dan keluarga. Sebuah kalimat dari Mitch Albom dalam buku For One More Day, kiranya cukup menjadi penutup renungan kita kali ini, “Satu hari yang kita habiskan bersama seseorang yang kita cintai, dapat mengubah segalanya”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s