Sportif

Ayah dan Bunda, seiring dengan usia mereka yang semakin bertambah, anak-anak akan dihadapkan pada kenyataan bahwa hidup ini penuh dengan persaingan yang tidak bisa dihindari. Penting sekali bagi kita sejak awal untuk membayangkan bahwa anak kita akan menghadapi suasana bersaing itu dengan hati yang tenang dan penuh percaya diri. Sebab biasanya orangtua manapun akan dipenuhi kecemasan bila harus membayangkan masa depan anak-anaknya. Buruknya, kecemasan kita itu tertular lewat kata-kata yang sebenarnya bermaksud baik, namun membawa nafas negatif, seperti: “Kamu harus belajar sekeras mungkin, kalau tidak, nanti bisa jadi gelandangan”, dan semisalnya.
Jiwa anak-anak ibarat sebidang tanah subur yang akan menumbuhkan bibit apapun yang kita tanam di situ. Maka ajarkan hal pertama: bahwa persaingan hidup itu harus diterima, bukan dihindari. Saat kita berjuang menghadapi persaingan, entah menang atau kalah, kita akan belajar lebih banyak dan lebih dalam dari semua teori di dunia yang bisa dicekok ke otak kita. Agar anak-anak tumbuh menjadi orang yang tenang di tengah persaingan, ajarkan bahwa yang lebih utama harus dihadapi sebenarnya bukan orang lain, melainkan dirinya sendiri. Simak deh kalimat ini:
I don’t believe you have to be better than everybody else. I believe you have to be better than you ever thought you could be (Ken Venturi). Sebenarnya bukan kita harus menjadi lebih baik dari orang lain, melainkan kita harus menjadi lebih baik dari yang pernah kita bayangkan terhadap diri kita sendiri.
Sportivitas adalah sifat yang sangat berharga. Sportif adalah semangat bersaing yang sehat. Sikap Sportif dibutuhkan anak untuk bisa berjuang meraih cita-citanya. Orang yang sportif akan jauh dari rasa dendam, ia justru akan semakin baik dari hari ke hari. Orang sportif akan fokus mengolah kelebihan dirinya untuk menghadapi kelebihan orang lain. Sementara orang yang tidak sportif lebih fokus mengekspos kelemahan orang lain tanpa tahu kelebihan diri. Sikap Sportif dan Gentle demikian penting, bahkan orang tidak bisa menjadi kreatif tanpa punya sikap Sportif.
A creative man is motivated by the desire to achieve, not by the desire to beat others (Ayn Rand). Orang kreatif didorong oleh semangat untuk berprestasi, bukan oleh hasrat untuk mengalahkan orang lain dan menunjukkan bahwa ia lebih baik dari mereka.
Beberapa Cara Menumbuhkan Sikap Sportif pada Anak:
–          Ajarkan dan ajak anak untuk berolah raga.
–          Jangan memberi harapan terlalu besar pada anak saat ikut berlomba, bila kita tahu kecil peluang anak untuk menang.
–          Berikan hadiah sederhana bila ia gagal dalam sebuah perlombaan.
–          Ajarkan anak kisah orang-orang sukses.
–          Ajarkan anak untuk mengakui kesalahan dan kekurangannya.
–          Beri anak semangat untuk selalu berusaha semaksimal mungkin.
–          Ajar anak untuk selalu menghormati sekaligus tidak meremehkan orang lain.
–          Ajar anak untuk segera dan tidak sungkan meminta maaf kepada orang lain.
 
Sikap Sportif adalah warisan berharga bagi anak-anak kita, lebih berharga dari setumpuk fasilitas yang bisa kita berikan kepada mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s