Mencintai Buku

adorable-book-books-cool-cute-Favim.com-333425Ketika menulis buku saku PKK untuk dibagikan ke kaum ibu di pedesaan Jawa Barat, tidak ada kalimat yang saya tulis dengan sepenuh harap untuk dimengerti selain kalimat berikut: “Bila anak-anak sudah mencintai buku, maka ia akan tumbuh menjadi orang yang cerdas. Bunda, mencintai buku penting untuk diajarkan kepada anak-anak.  Tentu saja kita tidak ingin anak menjadi kutu buku yang kurang bergaul. Tetapi anak yang cinta buku adalah anak yang senang membaca. Dan membaca itu penting bagi kesuksesan di masa depan.”
Ayah dan Bunda, di tengah melimpahnya fasilitas visual-elektronik, rasanya harus ada satu benda yang wajib berulang-ulang diserukan agar kita selalu ingat betapa pentingnya dia: Buku! Buku! Buku!
Ketika menjadi pembicara dalam sebuah kesempatan di Pulau Batam, saya selalu teringat kalimat yang diucapkan rekan pembicara yang duduk di sebelah saya: Kisah-kisah dalam sebuah buku adalah tentara Tuhan yang diturunkan ke muka bumi!
Kalimat ini tak berlebihan, ia tak lebih dari mengungkapkan kenyataan apa adanya. Perhatikanlah kalimat lainnya: Lord! When you sell a man a book you don’t sell just twelve ounces of paper and ink and glue – you sell him a whole new life (Christopher Morley). Demi Tuhan! Ketika Anda menjual sebuah buku, sebenarnya Anda tidak menjual sekadar 12 ons kertas ditambah tinta berikut lemnya. Tidak! Sebenarnya Anda menawarkan sebuah kehidupan baru pada sang pembeli!
Mudah-mudahan sejak kini, kita tidak lagi meremehkan benda kotak bernama buku. Perhatikan saja nasihat ini: This will never be a civilized country until we expend more money for books than we do for chewing gum (Elbert Hubbard). Tidak akan pernah sebuah negara maju dan menjadi lebih beradab sampai masyarakatnya menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli buku-buku dibanding yang dihabiskan untuk membeli permen karet.
Ayah dan Bunda, nasihat di atas telah dibuktikan dalam sejarah. Bangsa Cina membangun peradaban yang maju di masa lalu dengan buku, sampai-sampai timbullah pepatah: Buku adalah sebuah taman yang dibawa di dalam kantung.
Bangsa Yunani yang dikenal sebagai peletak peradaban modern Eropa, juga menjadikan perpustakaan sebagai bagian penting masyarakatnya. Ada sebuah inskripsi yang ditulis di pintu masuk sebuah gedung perpustakaan di kota Thebes: Obat untuk Jiwa.
Beberapa cara Agar Anak Mencintai Buku:
–          Bacakan buku untuk anak, Bunda. Sebisa mungkin tiada hari tanpa membacakan buku cerita untuk anak.
–          Jangan terburu-buru mengajarkan anak membaca huruf. Lebih baik pastikan dahulu anak menyukai buku sebelum diajarkan membaca huruf.
–          Ajak anak untuk berjalan-jalan ke toko buku. Tidak harus membeli bila tidak ada uang, tetapi melihat buku yang bagus di toko sudah cukup menyenangkan.
–          Daripada membelikan anak jajan, lebih baik menyisihkan sebagian untuk membelikan buku buat anak.
–          Ajak anak mengunjungi teman atau saudara yang mempunyai buku dan tanyakan apakah boleh meminjam beberapa buku.

Hargai setiap buku yang dipunyai anak, simpan dengan rapi dan biasakan agar anak menaruhnya kembali di tempatnya bila telah selesai membaca.

by. Eka Wardhana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s