Cita-cita Besar (1)

Ayah dan Bunda, harapan adalah hal yang sangat penting bagi manusia. Manusia masih bisa hidup beberapa hari tanpa air dan makanan, tetapi kita tidak dapat hidup lebih lama satu detik pun tanpa harapan. Ketika masalah datang bertimbun-timbun dan satu per satu teman serta apa yang kita miliki hilang, hanya harapan dalam hati yang bisa kita pegang erat-erat. Harapan bahwa sebentar lagi masalah pasti akan terlewati dan kemenangan akan terwujud.
Mengingat tak seorang pun manusia yang hidup tanpa menghadapi rintangan, harapan menjadi hal penting untuk ditanamkan ke benak anak-anak sejak dini. Itulah sebabnya dulu orangtua kita sering bertanya, “Apa cita-cita kamu nanti?”
Hanya saja, kebanyakan cita-cita yang ditanamkan dulu itu banyak yang masih bersifat formal. Jadi dokter, insinyur atau presiden adalah tujuan yang bagus dan mengandung harapan besar, tetapi biasanya hanya berhenti sampai di situ, sekadar menjadi label tanpa makna. Mengapa? Sebab kebanyakan kita tidak diajarkan untuk bertanya, “Siapa sih sebenarnya dokter itu?” “Apa saja yang harus saya lakukan agar kelak bisa jadi insinyur?” “Apakah menjadi presiden hanya satu-satunya cita-cita yang boleh saya miliki?”
Mungkin cita-cita yang deskriptif malah lebih bagus, misalnya: “Jadi orang yang selalu membuat orang lain bahagia”, “Jadi orang yang bisa banyak menolong orang lain”, “Jadi orang paling pintar di Indonesia”.
Mengapa mungkin lebih bagus? Sebab dari sebuah saja kalimat seperti itu akan muncul berbagai cabang cita-cita formal. Dari kalimat “Jadi orang yang selalu membuat orang lain bahagia” akan muncul beragam profesi: jadi ayah yang baik, jadi pelawak profesional, jadi penyanyi bersuara merdu, jadi motivator, jadi ustadz atau ustadzah dan masih banyak lagi.
Keuntungannya? Anak-anak akan memiliki banyak jalan untuk meraih tujuannya. Tidak jadi dokter? Aku bisa kok memiliki profesi lain yang tidak kalah baiknya dengan dokter.
Ayah dan Bunda, anak akan terdorong untuk berprestasi bila ia mempunyai cita-cita besar. Karena itu, penting sekali membuat anak berani memiliki cita-cita yang tinggi. Anak-anak yang mempunyai cita-cita, biasanya lebih bersemangat dalam menghadapi masalah dan rintangan.
Beberapa Cara Menanamkan Cita-Cita Besar pada Anak:
–          Kenalkan pada anak kisah orang-orang yang berprestasi.
–          Kenalkan anak pada orang-orang sukses di sekitarnya. Misalnya mengajak anak mengunjungi teman ayah yang merupakan peternak besar.
–          Jangan membatasi cita-cita anak.
–          Dukung anak bila ia sedang bersemangat melakukan sesuatu.
–          Beri semangat anak bila ia sedang malas dan lemah akibat menghadapi suatu masalah.
–          Selalu beri tahu anak bahwa setiap masalah pasti punya jalan keluar.
–          Ajarkan anak untuk menghadapi masalah dan jangan pernah lari dari masalah itu.
by. Eka Wardhana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s